KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar peluncuran program inisiatif terbaru mereka pada Sabtu, 19 April 2026. Program yang diberi nama “Literasi Digital dan Budaya Lokal” ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memahami teknologi digital sambil tetap melestarikan nilai-nilai budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran yang diadakan di Aula Fakultas Sastra Unismuh Kendari tersebut dihadiri oleh sekitar 300 peserta, mencakup mahasiswa dari berbagai jurusan, dosen pembimbing, perwakilan organisasi mahasiswa lainnya, serta pejabat akademik kampus. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari penuh sesak ruangan yang memadukan format presentasi, workshop interaktif, dan sesi diskusi terbuka.
Latar Belakang dan Visi Program
Menurut keterangan Ketua BEM Fakultas Sastra, Arif Wicaksono, program ini lahir dari kekhawatiran akan semakin pudarnya kesadaran generasi muda terhadap kekayaan budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. “Kami melihat mahasiswa kami yang terampil di dunia digital, namun belum sepenuhnya memahami potensi ekonomi dan nilai sosial dari warisan budaya kita. Program ini hadir sebagai solusi integratif,” ujar Arif dalam sambutannya yang singkat namun padat makna.
Program “Literasi Digital dan Budaya Lokal” dirancang dalam empat pilar utama. Pertama, workshop digital marketing untuk UMKM tradisional yang ingin mempromosikan produk budaya lokal secara online. Kedua, dokumentasi digital tentang cerita rakyat, kesenian tradisional, dan sejarah lokal Kendari. Ketiga, pelatihan pembuatan konten kreatif berbasis budaya untuk platform media sosial. Keempat, kerjasama dengan komunitas seni tradisional untuk memberikan materi pembelajaran langsung kepada mahasiswa.
Wakil Ketua Bidang Akademik BEM, Siti Nurhaliza, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar inisiatif yang bersifat temporer. “Kami berkomitmen untuk membuat program ini berkelanjutan dan terukur. Nantinya, akan ada sistem evaluasi setiap semester untuk memastikan program tetap relevan dan memberikan dampak nyata,” jelas Siti dengan detail yang terstruktur.
Struktur Kegiatan dan Jadwal Pelaksanaan
Program akan dilaksanakan selama satu tahun akademik dengan berbagai kegiatan yang dirancang bertahap. Fase pertama, yang akan dimulai pada bulan Mei 2026, fokus pada pelatihan dasar literasi digital dan pengenalan potensi budaya lokal. Fase kedua, pada bulan Juni hingga September, akan melibatkan mahasiswa dalam proyek dokumentasi dan pembuatan konten.
Fase ketiga, yang dijadwalkan pada Oktober dan November 2026, merupakan tahap showcase dan pameran digital. Seluruh konten yang dihasilkan mahasiswa akan dipamerkan dalam sebuah acara besar yang melibatkan masyarakat luas, UMKM lokal, dan media. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga memiliki platform untuk menunjukkan karya mereka kepada publik,” ujar Ketua Divisi Kemitraan BEM, Muhammad Rizki Pratama.
Fase terakhir adalah evaluasi dan pengembangan berkelanjutan yang akan dilakukan secara kolaboratif dengan seluruh stakeholder internal dan eksternal kampus.
Dukungan dari Pejabat Kampus
Ketika acara peluncuran berlangsung, hadirnya Dekan Fakultas Sastra, Prof. Dr. Hasanuddin Mustopha, M.Hum., menunjukkan dukungan tingkat fakultas terhadap inisiatif BEM ini. Dalam pidatonya, Dekan Hasanuddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam menciptakan ekosistem akademik yang dinamis.
“Saya sangat apresiasi terhadap program yang telah dirancang BEM. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kesadaran kritis terhadap tantangan zaman. Sebagai dekan, saya akan memberikan dukungan penuh, baik dalam hal alokasi ruang, fasilitasi koneksi dengan dosen, maupun pemberian pengakuan akademik untuk kegiatan-kegiatan ini,” kata Prof. Hasanuddin dengan nada yang optimistis.
Lebih lanjut, Dekan menambahkan bahwa program semacam ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesadaran kultural yang tinggi. “Universitas kami berkomitmen menjadi institusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global. Program BEM ini adalah bukti nyata komitmen tersebut,” lanjutnya.
Selain Dekan Hasanuddin, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Imam Syafi’i, S.Pd., M.Ed., juga hadir dan memberikan respons positif terhadap program ini. Menurut Wakil Rektor, inisiatif dari BEM menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa di Unismuh Kendari semakin matang dalam merancang program yang berdampak sosial.
“Kami melihat perkembangan positif dalam hal kepemimpinan mahasiswa. BEM dan organisasi lainnya semakin responsif terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat. Program ‘Literasi Digital dan Budaya Lokal’ ini adalah contoh bagaimana mahasiswa bisa menjadi agen perubahan,” ungkap Dr. Imam Syafi’i dengan penuh apresiasi.
Keterlibatan Organisasi Mahasiswa Lainnya
Kesuksesan peluncuran program ini juga didukung oleh partisipasi aktif dari berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Indonesia, HMPS Sastra Indonesia, dan HMPS Sastra Inggris, masing-masing menyatakan komitmen mereka untuk turut serta dalam implementasi program.
Ketua HMPS Sastra Indonesia, Dewi Lestari, mengungkapkan bahwa program ini sangat sesuai dengan visi jurusannya dalam mengembangkan pemahaman mendalam tentang budaya dan bahasa Indonesia. “Mahasiswa Sastra Indonesia memiliki peran strategis dalam dokumentasi dan interpretasi budaya lokal. Kami akan memastikan anggota kami aktif berkontribusi dalam setiap fase program ini,” ujar Dewi dengan semangat yang tinggi.
Sementara itu, perwakilan dari organisasi mahasiswa lain seperti Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Sastra juga memberikan dukungan administratif dan logistik. Koordinator DPM, Fauzan Akbar, berkomitmen untuk memfasilitasi perizinan dan pelaporan kegiatan yang diperlukan.
Manfaat dan Dampak yang Diharapkan
Secara umum, program ini diharapkan memberikan beberapa manfaat signifikan bagi ekosistem akademik Unismuh Kendari. Pertama, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktis dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan preservasi budaya. Kedua, program ini dapat membuka peluang kolaborasi antara kampus dengan komunitas lokal dan UMKM.
Ketiga, hasil dokumentasi dan konten yang dihasilkan dapat menjadi aset digital berharga bagi masyarakat Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum. Keempat, program ini dapat meningkatkan visibility Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi yang peduli terhadap pengembangan lokal.
Selain itu, dari perspektif pengembangan soft skills mahasiswa, program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan proyek, dan pemecahan masalah. “Kami percaya bahwa pembelajaran yang paling efektif adalah ketika mahasiswa belajar melalui praktik langsung dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” jelas Arif Wicaksono.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Meski menerima respons positif, tim BEM juga mengakui beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam implementasi program. Salah satu tantangan utama adalah memastikan konsistensi partisipasi mahasiswa dalam jangka panjang. Untuk mengatasinya, BEM telah merancang sistem insentif, mulai dari sertifikat resmi, pengakuan akademik, hingga kesempatan publikasi hasil karya.
Tantangan lain adalah memastikan kualitas konten yang dihasilkan tetap tinggi dan relevan dengan perkembangan zaman. Untuk itu, BEM akan melibatkan dosen pembimbing dari berbagai jurusan dan mengundang praktisi digital marketing serta seniman tradisional sebagai mentor.
“Kami juga akan membuat platform khusus, baik berupa website maupun aplikasi mobile, untuk memudahkan pendokumentasian dan berbagi konten antar peserta program,” tambah Muhammad Rizki, yang menjadi coordinator teknis untuk aspek digital dalam program ini.
Penutup dan Harapan ke Depan
Peluncuran program “Literasi Digital dan Budaya Lokal” oleh BEM Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Kendari menandai langkah penting dalam mewujudkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan budaya. Program ini menghadirkan harapan segar bagi generasi muda untuk terus berinovasi sambil menjaga warisan budaya.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, keterlibatan aktif berbagai organisasi mahasiswa, dan komitmen kuat dari BEM sendiri, program ini memiliki prospek cerah untuk menjadi inisiatif yang berkelanjutan dan berdampak nyata. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari Fakultas Sastra, kini memiliki kesempatan emas untuk menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, antara budaya lokal dan teknologi global.
Jadwal peluncuran fase pertama akan diumumkan lebih detail dalam minggu-minggu mendatang melalui berbagai saluran komunikasi internal kampus. Bagi mahasiswa yang tertarik berpartisipasi, pendaftaran telah dibuka dan dapat dilakukan melalui website BEM Fakultas Sastra Unismuh Kendari atau langsung menghubungi sekretariat BEM di Gedung Rektorat, lantai 2.
Dengan antusiasme tinggi dari seluruh stakeholder, program “Literasi Digital dan Budaya Lokal” diharapkan dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh organisasi mahasiswa di kampus lain, serta menjadi kontribusi nyata mahasiswa Unismuh Kendari terhadap pembangunan sosial dan budaya di Sulawesi Tenggara.