KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Sastra, kembali membuktikan kredibilitasnya dalam melahirkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Pencapaian terbaru datang dari tim debat mahasiswa yang berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Nasional (KDBIN) 2026, yang diselenggarakan di Jakarta pada 10-15 April 2026 lalu.
Tim yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Sastra, yaitu Anisa Kurnia Wijaya (semester 6, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia), Muhammad Rizki Pratama (semester 5, Program Studi Sastra Indonesia), Siti Nurhaliza (semester 4, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia), dan Ahmad Fauzan Harahap (semester 5, Program Studi Sastra Indonesia), berhasil mengalahkan 47 universitas peserta lainnya dalam kompetisi bergengsi yang diikuti oleh perguruan tinggi terkemuka dari seluruh Indonesia.
Prestasi gemilang ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, mengingat Kendari merupakan kota di kawasan timur Indonesia yang jauh dari pusat kompetisi nasional. Namun, semangat dan dedikasi para mahasiswa siswi ini berhasil membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara tidak kalah dengan universitas-universitas besar di Jawa dan Sumatera.
Perjalanan menuju puncak prestasi ini tidaklah mudah. Tim debat Universitas Muhammadiyah Kendari telah melalui proses seleksi internal yang ketat di tingkat universitas sejak bulan Januari 2026. Mereka kemudian memenangkan kompetisi debat tingkat regional se-Sulawesi Tenggara dalam Februari lalu, yang membuka pintu kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Dalam babak final di Jakarta, tim mahasiswa ini berhadapan langsung dengan universitas-universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Institut Teknologi Bandung. Mereka harus membuktikan kemampuan argumentasi, penguasaan bahasa, dan logika berfikir yang tajam untuk memenangkan kompetisi yang begitu kompetitif.
“Kami sangat bangga dan bahagia. Perjalanan ini dimulai dengan latihan rutin setiap hari, bahkan sampai malam hari. Tim kami saling mendukung, dan coach kami yang luar biasa selalu memberi motivasi untuk tidak pernah menyerah,” ungkap Anisa Kurnia Wijaya dalam sebuah wawancara eksklusif, Kamis (17/4/2026), setelah tiba kembali di Kendari.
Anisa, yang menjadi ketua tim dan pembuka debat (first speaker), menambahkan bahwa persiapan mereka mencakup studi mendalam tentang isu-isu kontemporer, latihan retorika, dan pemahaman mendalam tentang struktur argumentasi dalam bahasa Indonesia yang baku dan persuasif.
“Kami memilih topik-topik yang relevan dengan kondisi sosial Indonesia, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga kebijakan ekonomi. Setiap anggota tim memiliki spesialisasi dan peran yang jelas dalam struktur debat,” jelas Rizki Pratama, yang bertugas sebagai second speaker atau pembela pendapat utama.
Proses latihan intensif dimulai sejak tiga bulan sebelum kompetisi nasional. Para mahasiswa ini berlatih dengan mentor khusus yang dihadirkan oleh Fakultas Sastra, sekaligus mendapat dukungan dari dosen-dosen berpengalaman di bidang retorika dan public speaking.
Siti Nurhaliza, yang menjadi rebuttal speaker (pembicara sanggahan), mengungkapkan bahwa salah satu kunci kesuksesan mereka adalah kemampuan untuk berpikir cepat dan merespons argumen lawan dengan logika yang kuat.
“Dalam debat, kami tidak hanya harus menguasai topik, tetapi juga harus mampu mendengarkan dengan baik, mengidentifikasi kelemahan argumen lawan, dan menyajikan argumen balik yang sangat solid. Ini memerlukan latihan yang berulang-ulang dan evaluasi yang mendalam setelah setiap sesi latihan,” ujar Siti, yang juga tertarik dengan riset di bidang pragmatik bahasa.
Ahmad Fauzan Harahap, sebagai closing speaker (pembicara penutup), memiliki tanggung jawab besar untuk merangkum semua argumen dan memberikan kesimpulan yang meyakinkan. “Peran saya adalah mengintegrasikan semua poin yang telah disampaikan tim, menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari juri, dan memberikan grand conclusion yang kuat sehingga juri yakin dengan posisi kami,” jelasnya dengan percaya diri.
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Dekan Fakultas Sastra Dr. Irwansyah, M.Pd., memberikan apresiasi luar biasa atas pencapaian tim mahasiswa ini. Dalam keterangan resmi yang diberikan kepada pers, Dekan Irwansyah menyatakan bahwa prestasi ini adalah hasil dari visi dan misi fakultas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam berkomunikasi dan berpikir kritis.
“Prestasi tim debat kami di tingkat nasional adalah bukti nyata dari komitmen Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa secara holistik. Kami percaya bahwa bahasa adalah alat komunikasi yang paling powerful, dan kemampuan berbahasa yang baik adalah fondasi untuk kesuksesan di berbagai bidang kehidupan,” ujar Dekan Irwansyah saat merayakan pencapaian tim di kampus, Kamis (17/4/2026).
Dekan juga mengungkapkan bahwa prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi mereka. Dengan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat unggulan dalam pendidikan Bahasa dan Sastra di kawasan Sulawesi.
“Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada semua mahasiswa kami yang memiliki minat di bidang debat, public speaking, dan kompetisi akademik lainnya. Investasi kami dalam pengembangan soft skills dan hard skills mahasiswa akan terus ditingkatkan,” tambah Dekan Irwansyah.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Sutrisno, M.Si., juga tidak ketinggalan memberikan apresiasi atas pencapaian gemilang ini. Dalam sebuah pernyataan tertulis, Rektor Sutrisno menekankan bahwa prestasi mahasiswa adalah cerminan dari kualitas institusi secara keseluruhan.
“Keberhasilan tim debat kami di kompetisi nasional menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari segi dosen maupun mahasiswa. Saya sangat bangga dan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan standar akademik dan non-akademik di semua program studi,” kata Prof. Sutrisno.
Dampak dari prestasi ini sangat signifikan bagi kampus dan komunitas lokal. Pertama, peringkat dan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari akan semakin meningkat, terutama di tingkat nasional. Prestasi ini akan membuat universitas lebih dikenal oleh calon mahasiswa baru dan stakeholder pendidikan.
Kedua, pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari daerah timur Indonesia memiliki kemampuan yang setara, bahkan melebihi, mahasiswa dari universitas-universitas besar di kawasan barat. Hal ini akan membuka peluang bagi mahasiswa-mahasiswa dari Sulawesi dan kawasan timur lainnya untuk lebih percaya diri dalam berkompetensi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketiga, prestasi ini akan memotivasi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengikuti jejak tim debat ini dalam berbagai kompetisi akademik lainnya. Universitas berkomitmen untuk memberikan dukungan infrastruktur, finansial, dan mentoring yang lebih baik untuk kegiatan-kegiatan kompetitif.
Selain itu, prestasi tim debat ini juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan kurikulum di Fakultas Sastra. Pimpinan fakultas sedang mempertimbangkan untuk menjadikan debat akademik sebagai salah satu mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa, sehingga kemampuan public speaking dan argumentasi menjadi kompetensi umum yang dimiliki oleh semua lulusan.
Para dosen pembimbing yang telah membimbing tim ini juga merasakan kebanggaan tersendiri. Dr. Hendra Wijaya, M.Hum., sebagai salah satu pembimbing utama, mengungkapkan bahwa proses membimbing tim debat ini merupakan pengalaman yang sangat berharga.
“Saya belajar banyak dari mahasiswa-mahasiswa ini. Mereka memiliki motivasi yang luar biasa tinggi dan semangat untuk terus berkembang. Selama proses pelatihan, saya tidak hanya mengajar mereka tentang teknik-teknik debat, tetapi juga tentang nilai-nilai karakter seperti kerja keras, disiplin, dan kerja sama tim,” kata Dr. Hendra Wijaya.
Ke depannya, tim debat Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Beberapa mahasiswa dalam tim ini bahkan telah mendapat penawaran untuk mengikuti kompetisi debat internasional yang akan diadakan di Malaysia pada tahun 2026 ini.
Pencapaian ini juga menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memperkuat komitmennya terhadap pengembangan akademik mahasiswa. Universitas sedang mengupayakan peningkatan fasilitas pembelajaran, perpustakaan, dan pusat penelitian agar dapat terus mendukung prestasi mahasiswa di berbagai bidang.
Dengan prestasi yang telah diraih ini, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa lokasi geografis bukanlah halangan untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Semangat, dedikasi, dan kerja keras mahasiswa Anisa Kurnia Wijaya, Muhammad Rizki Pratama, Siti Nurhaliza, dan Ahmad Fauzan Harahap adalah inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan berprestasi.
Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus memberikan dukungan penuh kepada semua mahasiswa yang memiliki potensi untuk berkembang dan berprestasi, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional. Dengan demikian, visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan terkemuka yang menghasilkan lulusan berkualitas akan semakin terwujud.
Prestasi gemilang ini adalah awal dari kisah sukses yang lebih besar. Semoga tim debat Universitas Muhammadiyah Kendari terus meraih prestasi demi prestasi, dan menginspirasi generasi-generasi mahasiswa berikutnya untuk selalu percaya pada kemampuan mereka, berkomitmen tinggi, dan tidak pernah berhenti berinovasi serta berkembang.