Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Kali ini, prestasi gemilang datang dari Fakultas Sastra dengan meraih medali emas dalam kompetisi debat internasional Asia Tenggara yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 5-7 April 2026 lalu. Pencapaian ini menjadi milestone penting bagi institusi pendidikan yang berpusat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Tim debat Unismuh Kendari yang terdiri dari tiga mahasiswa—Aisha Nur Febrianti (semester 7 Program Studi Sastra Inggris), Reza Muhammad Prasetyo (semester 6 Program Studi Sastra Indonesia), dan Farah Dhaniswari (semester 5 Program Studi Sastra Arab)—berhasil mengalahkan belasan universitas ternama dari negara-negara ASEAN dalam final kompetisi. Mereka bersaing di kategori English Debate Senior Division dengan tema kebijakan sosial dan lingkungan global yang kontroversial.
Kompetisi tersebut, yang resmi diberi nama Southeast Asia Youth Debate Championship 2026, melibatkan lebih dari 200 peserta dari 45 universitas di enam negara, termasuk Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Unismuh Kendari berhasil menembus babak final dan membuktikan bahwa kemampuan debat mahasiswa dari daerah dapat bersaing setara dengan universitas-universitas besar di pusat perkotaan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Kendari bukan hanya sekadar daerah tertinggal dalam hal pendidikan. Kami memiliki talenta-talenta luar biasa yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ungkap Aisha Nur Febrianti, pembicara pertama tim debat Unismuh Kendari, saat diwawancarai di kampus pada Jumat, 11 April 2026.
Perjalanan menuju Bangkok bukan tanpa tantangan. Tim ini telah menjalani persiapan intensif selama enam bulan sebelumnya, dengan didampingi oleh dosen pembimbing dari Fakultas Sastra sekaligus pelatih bersertifikat internasional. Latihan rutin dilakukan tiga kali seminggu, mulai dari pukul 15.00 hingga 19.00 WITA. Materi pembelajaran mencakup argumentasi logis, delivery skills, cross-examination strategy, dan pemahaman mendalam tentang isu-isu global kontemporer.
“Kami harus menguasai tidak hanya bahasa Inggris, tetapi juga konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan dari berbagai negara untuk dapat memberikan argumen yang kuat dan relevan,” jelas Reza Muhammad Prasetyo, yang memposisikan diri sebagai pembicara kedua dalam struktur tim debat.
### Dukungan Penuh dari Institusi
Kesuksesan ini bukan semata-mata hasil kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Rektorat dan Dekanat Fakultas Sastra, memberikan dukungan finansial dan administratif yang komprehensif. Mulai dari biaya persiapan, konsumsi selama latihan, hingga pengurusan visa dan tiket pesawat untuk ke Bangkok, semuanya ditanggung oleh pihak kampus.
Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. Muhammad Ihsan, M.Si., menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Ruang Rapat Utama Rektorat, Senin, 10 April 2026.
“Prestasi ini membuktikan bahwa investasi kami dalam pengembangan soft skills dan kompetensi bahasa mahasiswa sangat tepat sasaran. Kami tidak hanya fokus pada pembelajaran akademis, tetapi juga membina mahasiswa menjadi individu yang kompeten di tingkat global,” ujar Prof. Ihsan dengan penuh antusiasme.
Ia menambahkan bahwa pihak universitas akan terus meningkatkan fasilitas dan program pengembangan diri mahasiswa, khususnya dalam bidang debat, public speaking, dan literasi internasional. “Kami menargetkan dalam lima tahun ke depan, Unismuh Kendari menjadi universitas unggulan di Sulawesi Tenggara yang dikenal mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi internasional,” kata Rektor Ihsan.
Dekan Fakultas Sastra, Dr. Nur Azizah, M.Hum., juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh tim yang terlibat dalam kesuksesan ini. Menurutnya, mahasiswa Sastra bukanlah hanya sekadar belajar tentang teks, grammar, dan sejarah, tetapi juga belajar bagaimana berkomunikasi secara efektif dan kritis.
“Fakultas Sastra adalah lembaga yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikatif. Program debat adalah salah satu instrumen terbaik untuk melatih skill-skill tersebut. Kami bangga bahwa mahasiswa kami dapat menunjukkan pencapaian ini di forum internasional,” kata Dekan Azizah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa, 11 April 2026.
### Kompetisi Menantang dengan Format Ketat
Dalam kompetisi di Bangkok, format yang digunakan adalah Asian Parliamentary Debate, sebuah standar internasional yang sangat ketat dan menantang. Setiap ronde debat berlangsung selama 90 menit, dengan pembicara pertama (Opening Government) memulai dengan “definition” atau definisi yang komprehensif terhadap topik yang sedang didebatkan.
Tim Unismuh Kendari harus berkompetisi melawan tim-tim dari Universitas Chulalongkorn (Thailand), Universitas Malaya (Malaysia), Universitas Nasional Singapura, dan berbagai universitas ternama lainnya. Dalam semi-final, mereka menghadapi tim dari University of the Philippines dengan topik “Resolved: This House believes that developed nations should pay reparations for colonial exploitation.” Argumen yang disajukan Tim Unismuh Kendari sangat mendalam, menggabungkan perspektif historis, ekonomi, dan moral.
“Kami memulai dengan menyajikan definisi yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan reparation, colonial exploitation, dan responsible developed nations. Kemudian, kami membangun argumen dengan case study nyata dari berbagai negara bekas jajahan, termasuk Indonesia,” jelas Farah Dhaniswari, pembicara ketiga atau closer, yang bertanggung jawab menutup argumen tim.
Dalam final, topik yang dihadapi adalah “Resolved: This House believes that the global community should impose strict sanctions on nations with persistent human rights violations, regardless of their economic power.” Tim Unismuh Kendari membela posisi “Government” (pro-resolution) melawan tim dari Universitas Kasetsart Bangkok yang mempertahankan posisi “Opposition.”
Dengan presentasi yang terstruktur, data yang akurat, dan rebuttal yang tajam, Tim Unismuh Kendari berhasil meyakinkan panel juri yang terdiri dari lima hakim debat internasional. Mereka keluar sebagai juara dengan skor akhir yang unggul di tiga dari lima kriteria penilaian.
### Dampak bagi Pengembangan Program Akademik
Prestasi ini membawa dampak signifikan bagi pengembangan program-program akademik di Fakultas Sastra Unismuh Kendari. Pihak dekanat berencana untuk membuka club debat yang lebih terstruktur dan membentuk tim debat yang sustainable untuk mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional di tahun-tahun mendatang.
Selain itu, fakultas juga akan mengintegrasikan elemen-elemen debat dan critical thinking dalam kurikulum formal, khususnya pada mata kuliah Communication Skills, Public Speaking, dan English Conversation. Para dosen akan mendapatkan pelatihan khusus untuk dapat membimbing mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan argumentasi dan public speaking mereka.
Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Dr. Ahmad Hidayat, Ph.D., menyatakan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri mereka. “Kami akan membuat pathway yang jelas bagi mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti kompetisi debat, mulai dari tingkat kampus hingga nasional dan internasional,” ujar Dr. Hidayat.
### Pengakuan dan Apresiasi Publik
Prestasi mahasiswa Unismuh Kendari juga mendapatkan perhatian dari berbagai stakeholder, termasuk dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Gubernur Sulawesi Tenggara, dalam surat resmi yang diterima Rektorat, memberikan apresiasi tinggi dan mengajak universitas untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan citra pendidikan Sulawesi Tenggara di panggung internasional.
Tidak hanya itu, media lokal dan nasional juga memberikan liputan yang luas tentang pencapaian ini. Beberapa portal berita nasional menampilkan kisah sukses Tim Unismuh Kendari sebagai inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk tidak takut berkompetisi di tingkat global.
Alumni Unismuh Kendari yang tersebar di berbagai negara juga memberikan dukungan dan congratulations messages di berbagai forum media sosial. Hal ini menciptakan sense of pride yang kuat di kalangan sivitas akademika universitas.
### Pesan dan Rekomendasi untuk Mahasiswa Lain
Ketiga mahasiswa juara ini memberikan pesan inspiratif bagi teman-teman mahasiswa lain di Unismuh Kendari. Mereka menekankan bahwa kesuksesan bukan datang dari keberuntungan semata, tetapi dari kerja keras, dedikasi, dan disiplin yang tinggi.
“Jangan pernah merasa inferior karena kita dari Kendari atau dari daerah. Dengan kerja keras dan fokus yang jelas, kita bisa mencapai apa saja. Yang penting adalah memiliki mindset yang positif dan tekad yang kuat,” kata Aisha Nur Febrianti dengan penuh semangat.
Reza dan Farah juga menambahkan bahwa pentingnya mentor dan bimbingan dari dosen-dosen yang berpengalaman. Mereka sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing mereka yang telah meluangkan waktu dan energy untuk membimbing dengan serius.
### Visi ke Depan
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan visi jangka panjang untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga pemimpin dan inovator yang mampu berkontribusi pada tingkat global. Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Sastra ini adalah salah satu langkah penting menuju visi tersebut.
Pihak rektorat juga telah mengumumkan bahwa akan ada insentif khusus untuk mahasiswa berprestasi, termasuk beasiswa pendidikan lanjutan, sponsorship untuk mengikuti kompetisi internasional, dan kesempatan magang di lembaga internasional.
“Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara maksimal. Prestasi ini menunjukkan bahwa sistem yang kami bangun sudah tepat, dan kami akan terus mengoptimalkannya,” jelas Rektor Muhammad Ihsan.
### Penutup
Raihan medali emas dalam Southeast Asia Youth Debate Championship 2026 oleh Tim Unismuh Kendari adalah bukti konkret bahwa kemampuan dan talenta tersebar di seluruh pelosok negeri, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Prestasi ini menginspirasi ribuan mahasiswa Indonesia lainnya untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras mewujudkan mimpi mereka.
Bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, pencapaian ini bukan hanya tentang medali atau trofi, tetapi tentang kontribusi nyata dalam mengangkat mutu pendidikan dan menciptakan lulusan yang berkompeten secara global. Semoga prestasi ini menjadi awal dari berbagai pencapaian lainnya yang akan diraih mahasiswa dan universitas di masa depan.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan keterangan dari Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, Dekanat Fakultas Sastra, dan wawancara langsung dengan para mahasiswa juara pada tanggal 10-11 April 2026.
ratutoto789 ready789 reaksi4d resepdesa188 ringkas77 roti77 rungad88 sahur99 samudra369 sangkartoto4d sasarangadun77 sentraltoto77 sentuh4d sentuhwin77 serabi77 serabi99 seru118 setelancuan77 setupwin188 siaga77bet siapmenang77 sigap789 simplewin188 siomay77 siomay88 slotkamboja123 slotpanas303 sontogel77 superhebat555 switchjp77 taktikprofit77 tapbet777 targetmenang77 tawonbet77 tekanbet77 timing303 triggermenang77 tujuanwin77 visitoto4d warkop128 waspada303 zorototo88 asia123 asia138 asia168 asia188 asia303 asia365 asia69 asia777 asia78 asia888 asia88 big123 big168 big188 big303 big365 big69 big78 big99 butet77 butet88 butet99 captain138 captain168 captain303 captain365 captain69 captain888 captain89 captain99 cemara138pola cemara168 cemara188 cemara303 cemara365 cemara69 cemara78 cemara888 cemara88 cemara89 cemara99 dolar123 dolar168 dolar69 dolar89 dragon123 dragon168 dragon188 dragon77 dragon89 erigo888 jet138 jet168 jet188 jet365 jet69 jet88 jet89