Universitas Muhammadiyah Kendari Perkuat Kolaborasi Akademik Melalui Seminar Sastra dan Linguistik
Kendari – Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil menyelenggarakan serangkaian acara akademik bertaraf internasional pada Senin hingga Rabu, 7–9 April 2026. Acara yang berlangsung di Auditorium Utama Kampus Fakultas Sastra Unismuh Kendari tersebut menghadirkan deretan narasumber berkualitas, baik dari institusi dalam negeri maupun luar negeri. Rangkaian kegiatan mencakup satu seminar internasional, dua webinar, dan tiga kuliah umum dengan topik seputar sastra modern, linguistik terapan, dan transformasi digital dalam pengajaran bahasa.
Acara dibuka secara resmi pada Senin pagi, 7 April 2026, pukul 08.30 WIB dengan upacara sederhana yang dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dekan Fakultas Sastra, para dosen, serta lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi. Seminar internasional yang menjadi puncak dari rangkaian acara bertajuk “Dinamika Sastra dan Linguistik di Era Globalisasi: Perspektif Asia Tenggara” menghadirkan pembicara utama dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
Latar Belakang dan Urgensi Penyelenggaraan
Menurut Dekan Fakultas Sastra Unismuh Kendari, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Hum., keputusan untuk menyelenggarakan acara akademik skala internasional ini didasarkan pada komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset. Beliau mengemukakan bahwa era globalisasi menuntut para akademisi dan mahasiswa untuk terus mengembangkan pemahaman mendalam tentang sastra dan bahasa dalam konteks yang lebih luas dan multikultural.
“Kami memahami bahwa sastra dan linguistik bukan hanya bidang studi teoritis, tetapi juga praktis yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Oleh karena itu, kami merancang acara ini sebagai wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antar akademisi regional maupun internasional,” ujar Dr. Siti Nurhaliza dalam sambutannya pada pembukaan seminar.
Menurutnya, Fakultas Sastra Unismuh Kendari telah berkembang pesat dalam dekade terakhir dengan peningkatan jumlah program studi, fasilitas pembelajaran, dan penelitian. Namun, untuk tetap relevan dan kompetitif, institusi harus terus melakukan kolaborasi dan berbagi praktik terbaik dengan mitra akademik lain.
Selain itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Bambang Sutrisno, M.Sc., yang juga hadir dalam acara pembukaan, menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik semacam ini. “Mahasiswa adalah aset utama universitas. Memberikan mereka kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli terbaik di bidangnya adalah investasi untuk masa depan yang lebih cerah. Kami bangga bahwa Fakultas Sastra telah mengambil inisiatif ini,” kata Prof. Bambang Sutrisno.
Deretan Pembicara dan Topik Diskusi
Seminar internasional pada hari Senin menghadirkan lima pembicara utama. Yang pertama adalah Prof. Dr. Somchai Pattana dari Universitas Chulalongkorn Thailand, yang membahas “Transformasi Naratif Kontemporer dalam Sastra Asia Tenggara.” Presentasinya menganalisis perubahan struktur narasi dalam karya-karya sastra terkini dari berbagai penulis Asia Tenggara dan bagaimana globalisasi memengaruhi cara cerita dikemas dan dikonsumsi.
Pembicara kedua, Dr. Noraini Binti Abdullah dari Universitas Malaya Malaysia, menghadirkan perspektif linguistik dengan topik “Multilingualism dan Code-Switching dalam Konteks Pendidikan Modern.” Dalam presentasinya, Dr. Noraini membahas tantangan dan peluang pengajaran bahasa di era digital serta pentingnya pemahaman mendalam tentang fenomena code-switching dalam masyarakat multibahasa seperti di Asia Tenggara.
Selanjutnya, Dr. Maria Santos dari Universitas De La Salle Filipina membahas “Feminisme dalam Sastra Kontemporer Filipina dan Asia Tenggara.” Presentasi ini mencakup analisis kritis terhadap representasi perempuan dalam karya-karya sastra modern dan bagaimana penulis perempuan merekonstruksi narasi tradisional.
Dua pembicara lainnya adalah akademisi Indonesia. Prof. Dr. Bambang Kaswanti Purwo dari Universitas Indonesia menghadirkan topik “Linguistik Forensik: Aplikasi Praktis dalam Konteks Hukum dan Pendidikan” dan Dr. Eka Rustanti, M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar, membahas “Pembelajaran Bahasa Berbasis Budaya Lokal untuk Memperkuat Identitas Nasional.”
Setiap sesi presentasi diikuti dengan diskusi intensif dan sesi tanya jawab selama 45 menit, memungkinkan peserta untuk mendapatkan wawasan mendalam dan berdiskusi langsung dengan para pembicara. Acara seminar internasional berlangsung hingga pukul 17.00 WIB pada hari Senin.
Webinar dan Kuliah Umum Berlanjut
Pada Selasa, 8 April 2026, Fakultas Sastra menyelenggarakan dua sesi webinar secara hybrid (daring dan luring). Webinar pertama berjudul “Penerjemahan Sastra di Era Digital: Strategi dan Tantangan” menampilkan pembicara Budi Setyawan, M.A., seorang praktisi penerjemahan berpengalaman dan dosen dari Universitas Diponegoro. Webinar ini membahas strategi penerjemahan karya-karya sastra kontemporer, peran teknologi AI dalam penerjemahan, serta etika penerjemah dalam menjaga nuansa budaya.
Webinar kedua pada sore harinya berfokus pada “Literasi Digital dan Pembelajaran Bahasa: Model dan Inovasi Terkini.” Pembicara, Dr. Hendra Wijaya, Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia, menghadirkan temuan riset terbaru tentang penggunaan platform digital, media sosial, dan aplikasi pembelajaran dalam konteks pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa asing.
Rabu, 9 April 2026, ditutup dengan tiga sesi kuliah umum yang masing-masing dilaksanakan di ruang-ruang besar dengan kapasitas 150–200 peserta. Kuliah umum pertama, pukul 09.00 WIB, menghadirkan Dr. Ahmad Rifai Hasan, M.Hum., pakar sastra Indonesia dari Universitas Hasanuddin Makassar, dengan topik “Kebangkitan Sastra Lokal: Peran Penulis Muda dalam Memperkaya Khazanah Sastra Nusantara.”
Kuliah umum kedua, pukul 11.00 WIB, menampilkan Ibu Sari Wulandari, M.S.I., praktisi media dan komunikasi yang juga penulis produktif, membahas “Sastra dalam Perspektif Media Massa Kontemporer dan Peluang Karir di Industri Kreatif.”
Sesi penutup, pukul 13.30 WIB, menghadirkan Prof. Dr. I Nyoman Kutha Ratna, M.Hum., profesor sastra komparatif terkemuka dari Universitas Udayana Bali, dengan kuliah umum “Hermeneutika Sastra: Pembacaan Makna Mendalam dalam Karya-karya Klasik dan Modern.”
Dampak dan Respons Positif dari Komunitas Akademik
Penyelenggaraan rangkaian acara akademik ini mendapat respons positif yang luar biasa dari mahasiswa dan dosen. Data kehadiran menunjukkan bahwa lebih dari 60% mahasiswa Fakultas Sastra, serta mahasiswa dari fakultas lain di Unismuh Kendari, aktif mengikuti sebagian besar sesi. Bahkan, beberapa sesi harus menambah kapasitas ruangan karena animo penonton yang tinggi.
Maisyarah, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia semester enam, mengungkapkan kesan positifnya. “Saya sangat terkesan dengan presentasi Prof. Somchai dari Thailand. Cara beliau menjelaskan perubahan struktur narasi dalam sastra Asia Tenggara membuka perspektif saya yang sebelumnya hanya terbatas pada sastra Indonesia. Sekarang saya mulai melihat koneksi dan persamaan dengan sastra dari negara tetangga. Ini sangat menginspirasi saya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Maisyarah antusias.
Sementara itu, Dr. Andi Suryanto, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Sastra Unismuh Kendari, juga memberikan apresiasi. “Acara ini adalah momentum penting bagi kami untuk memperbarui pemahaman tentang perkembangan terkini dalam bidang sastra dan linguistik. Presentasi dari para pembicara, terutama dari universitas di luar Indonesia, memberikan perspektif segar dan wawasan praktis yang dapat langsung kami aplikasikan dalam pembelajaran di kelas,” jelas Dr. Andi Suryanto.
Koordinator acara, Dr. Putri Hermina, M.Hum., yang juga dosen Fakultas Sastra Unismuh Kendari, menyatakan bahwa tim telah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk merealisasikan acara ini. “Dari aspek organisasi, acara berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pimpinan universitas, tim administrasi, dan terutama mahasiswa yang membantu sebagai panitia. Feedback yang kami terima menunjukkan bahwa acara ini memenuhi harapan dan bahkan melampaui target yang kami tetapkan,” katanya.
Kolaborasi Internasional dan Rencana Lanjutan
Dalam kesempatan acara, Dekan Fakultas Sastra Dr. Siti Nurhaliza juga mengumumkan beberapa rencana kolaborasi internasional yang akan dilakukan ke depannya. “Kami sedang dalam tahap negosiasi dengan Universitas Chulalongkorn Thailand dan Universitas Malaya untuk membentuk research network tentang sastra dan linguistik Asia Tenggara. Kami juga merencanakan program pertukaran mahasiswa dan dosen dalam jangka pendek dan menengah,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza.
Selain itu, acara ini juga menghasilkan beberapa publikasi ilmiah. Tim organisasi akan mengompilasi makalah-makalah dari para pembicara dan peserta yang berkontribusi untuk diterbitkan dalam bentuk prosiding yang akan didistribusikan kepada perpustakaan universitas dan institusi akademik lainnya di Asia Tenggara.
Penutup
Penyelenggaraan seminar internasional, webinar, dan kuliah umum oleh Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7–9 April 2026 merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam meningkatkan standar akademik dan memperkuat kolaborasi internasional. Acara ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar dari para ahli terbaik, tetapi juga membuka peluang baru untuk riset dan kolaborasi lintas negara.
Dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta dan hasil positif yang dicapai, dapat diharapkan bahwa Fakultas Sastra Unismuh Kendari akan terus mengembangkan dan menyelenggarakan kegiatan akademik serupa di masa depan. Komitmen untuk terus berkembang dan berkolaborasi ini merupakan langkah strategis Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mempersiapkan mahasiswanya menghadapi tantangan global di era pendidikan dan industri kreatif yang terus dinamis.
Dengan demikian, seminar dan serangkaian acara akademik ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang sastra dan linguistik, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di tataran regional Asia Tenggara.
—
Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan data dan informasi dari acara Seminar Internasional Sastra Modern dan Linguistik Terapan yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7–9 April 2026.