Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Sastra, mencatat prestasi signifikan dengan peluncuran serangkaian penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa. Inisiatif penelitian ini fokus pada preservasi dan revitalisasi bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Tenggara yang terancam punah, dengan memanfaatkan teknologi digital dan metodologi penelitian kontemporer. Peluncuran resmi penelitian dilakukan pada Rabu, 03 April 2026, di Auditorium Utama Kampus UNMUH Kendari dan dihadiri oleh pejabat universitas, praktisi linguistik, serta perwakilan komunitas lokal.
Inisiatif penelitian berjudul “Dokumentasi Digital Bahasa-Bahasa Lokal Sulawesi Tenggara: Strategi Preservasi dan Revitalisasi untuk Generasi Mendatang” ini merupakan hasil karya dari Tim Riset Linguistik Terapan yang terdiri dari lima dosen senior dan 24 mahasiswa program studi Sastra Indonesia dan Sastra Inggris Fakultas Sastra UNMUH Kendari. Proyek penelitian ini akan berlangsung selama dua tahun akademik dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Latar Belakang Penelitian yang Mendesak
Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan linguistik yang luar biasa, dengan setidaknya 15 bahasa lokal yang masih digunakan oleh komunitas penutur asli. Namun, seperti halnya banyak bahasa daerah di Indonesia, bahasa-bahasa ini menghadapi ancaman serius dari dominasi bahasa Indonesia modern dan globalisasi. Data UNESCO tahun 2024 menunjukkan bahwa lima dari 15 bahasa tersebut telah masuk kategori “critically endangered” atau terancam punah secara kritis, dengan jumlah penutur asli yang terus menurun setiap tahunnya.
Fenomena ini mencerminkan tren global yang mengkhawatirkan. Setiap hari, diperkirakan satu bahasa di dunia hilang, membawa bersama dengannya kekayaan budaya, pengetahuan tradisional, dan identitas komunitas yang tak ternilai harganya. Indonesia, sebagai negara dengan keragaman linguistik terbesar kedua di dunia setelah Papua Nugini, menghadapi tantangan khusus dalam hal preservasi bahasa daerah.
Fakultas Sastra UNMUH Kendari, sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya lokal, mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan konkret. Maka, terbentuklah proyek penelitian komprehensif yang menggabungkan keahlian akademis dengan teknologi mutakhir untuk mendokumentasikan dan merevitalisasi bahasa-bahasa lokal yang terancam punah di wilayah Sulawesi Tenggara.
Metodologi dan Komponen Penelitian yang Inovatif
Dr. Andi Pratama, S.S., M.Hum., Dekan Fakultas Sastra UNMUH Kendari, menjelaskan pendekatan komprehensif dari proyek penelitian ini dalam pidato pembukaan peluncuran. “Kami tidak hanya ingin mendokumentasikan bahasa-bahasa ini secara pasif, tetapi menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang dapat diakses oleh komunitas lokal dan generasi muda. Penelitian ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen UNMUH Kendari terhadap nilai-nilai sosial dan keberlanjutan budaya,” ungkap Dr. Andi, seperti dikutip dari siaran pers resmi kampus.
Proyek penelitian ini terdiri dari tiga komponen utama yang saling terintegrasi. Pertama, Komponen Dokumentasi Linguistik yang melibatkan pengumpulan data bahasa melalui wawancara mendalam, rekaman audio-visual, dan transkripsi linguistik terhadap penutur asli dari 15 bahasa lokal di Sulawesi Tenggara. Mahasiswa yang terlibat dalam komponen ini akan terlatih dalam metodologi penelitian lapangan berkualitas tinggi dan analisis linguistik komprehensif menggunakan software ELAN (EUDICO Language Annotator) dan Praat, standar industri dalam penelitian bahasa.
Komponen kedua adalah Pengembangan Platform Digital Interaktif. Tim teknis, yang dipimpin oleh Dr. Syaiful Anwar, M.Sc., Ketua Program Studi Sastra Indonesia, akan mengembangkan aplikasi mobile dan website yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Platform ini akan menampilkan koleksi audio, video, kamus digital, tata bahasa interaktif, dan materi pembelajaran yang dirancang khusus untuk anak-anak sekolah dasar.
“Kami menggunakan prinsip-prinsip User Experience Design dan Instructional Design untuk memastikan bahwa platform kami tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah digunakan, terutama bagi pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital,” jelas Dr. Syaiful dalam wawancara eksklusif dengan tim jurnalis kampus.
Komponen ketiga adalah Program Engagement Komunitas dan Pelatihan Fasilitator Lokal. Penelitian ini melibatkan secara aktif komunitas penutur asli sebagai kolaborator, bukan hanya sebagai subjek penelitian. Mahasiswa akan melatih fasilitator lokal yang berasal dari komunitas penutur bahasa daerah untuk menjadi pengguna platform digital dan multiplier dalam menyebarkan penggunaan aplikasi kepada teman sebaya mereka.
Profil Peneliti dan Mahasiswa Pendukung
Tim peneliti inti terdiri dari lima dosen berpengalaman dengan keahlian di bidang linguistik, teknologi informasi, dan antropologi budaya. Selain Dr. Andi Pratama dan Dr. Syaiful Anwar, tim juga melibatkan Dr. Fatimah Kadir, M.A., spesialis dalam bidang linguistik antropologi dan revitalisasi bahasa; Drs. Bambang Suryanto, M.Hum., ahli dalam bidang leksikografi dan pembuatan kamus digital; serta Haris Wijaya, S.T., M.Tech., spesialis dalam pengembangan aplikasi mobile dan website.
Dua puluh empat mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai tingkat akademik, mulai dari semester tiga hingga semester delapan, dengan minat akademis yang beragam. Mereka tidak hanya dipilih berdasarkan prestasi akademis, tetapi juga berdasarkan dedikasi mereka terhadap pelestarian budaya lokal dan kemampuan untuk bekerja dalam tim yang heterogen.
Salah seorang mahasiswa peneliti, Rini Susanto, mahasiswa tingkat empat Program Studi Sastra Indonesia, menyukai pengalaman penelitiannya. “Awalnya saya ragu apakah saya mampu berkontribusi dalam penelitian semacam ini, tetapi ternyata dosen-dosen pembimbing kami sangat supportif dan memberikan pelatihan yang komprehensif. Saya merasa bahwa apa yang kami lakukan memiliki makna yang mendalam bagi komunitas lokal, dan itu memberikan motivasi tersendiri untuk bekerja dengan sepenuh hati,” ungkap Rini dengan antusiasme yang tulus.
Sementara itu, Riski Hidayat, mahasiswa semester lima Program Studi Sastra Inggris yang bertanggung jawab dalam aspek pengembangan konten digital, menambahkan perspektif berbeda. “Saya belajar bahwa penelitian akademis tidak harus terbatas pada publikasi jurnal atau presentasi konferensi. Penelitian kami dirancang untuk memiliki dampak nyata pada masyarakat, dan itu membuat pekerjaan kami terasa lebih bermakna dan relevan dengan konteks sosial Indonesia.”
Teknologi dan Inovasi yang Diterapkan
Salah satu aspek paling inovatif dari proyek penelitian ini adalah integrasi teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning dalam dokumentasi bahasa. Platform digital yang dikembangkan akan dilengkapi dengan fitur automatic speech recognition (ASR) yang disesuaikan khusus untuk bahasa-bahasa lokal Sulawesi Tenggara.
“Teknologi ASR yang umum digunakan saat ini, seperti Google Speech-to-Text atau Microsoft Speech Recognition, dirancang untuk bahasa-bahasa dengan jutaan penutur dan dataset besar. Bahasa-bahasa lokal tidak mendapatkan prioritas dalam pengembangan teknologi komersial, sehingga kami mengambil inisiatif untuk mengembangkan model ASR custom yang terlatih dengan data bahasa lokal,” menjelaskan Haris Wijaya, selaku koordinator aspek teknologi dalam proyek.
Inovasi lain yang tidak kalah penting adalah pengembangan sistem “gamification” dalam platform pembelajaran. Mahasiswa peneliti telah merancang serangkaian permainan edukatif, kuis interaktif, dan challenges yang dapat dimainkan oleh anak-anak dan remaja lokal untuk meningkatkan engagement mereka dalam mempelajari bahasa daerah.
“Kami memahami bahwa generasi muda saat ini terbiasa dengan konten digital yang interaktif dan engaging. Melalui gamification, kami berharap dapat membuat pembelajaran bahasa lokal terasa fun dan rewarding, sehingga dapat meningkatkan motivation mereka untuk terus menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Riski dalam penjelasan tentang strategi engagement.
Dukungan Institusional dan Stakeholder Eksternal
Peluncuran proyek penelitian ini mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan UNMUH Kendari, termasuk Rektor Dr. H. Yuswanto, M.Pd., yang hadir secara langsung dalam acara peluncuran. Dalam sambutan Rektorat, Dr. Yuswanto menekankan pentingnya research yang berbasis community engagement dan social impact.
“Universitas Muhammadiyah Kendari, sejalan dengan misi Muhammadiyah secara nasional, berkomitmen untuk menjadi agent of change dalam masyarakat. Penelitian seperti ini menunjukkan bahwa universitas kami tidak hanya fokus pada pengembangan human capital melalui pendidikan, tetapi juga turut serta dalam pelestarian aset-aset budaya yang merupakan bagian integral dari identitas bangsa Indonesia,” ujar Rektor Dr. Yuswanto dalam sambutannya.
Selain dukungan internal, proyek penelitian ini juga mendapat endorsement dari berbagai stakeholder eksternal. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan UNMUH Kendari untuk memfasilitasi akses ke komunitas penutur bahasa lokal dan mendukung diseminasi hasil penelitian kepada institusi pendidikan di tingkat dasar dan menengah.
Selain itu, beberapa lembaga internasional seperti Linguistic Society of America dan UNESCO Jakarta telah menyatakan minat mereka untuk menjadi partner dalam berbagai aspek proyek, khususnya dalam peer review metodologi penelitian dan dissemination of findings ke forum-forum akademis internasional.
Dampak dan Relevansi Jangka Panjang
Proyek penelitian ini diharapkan memiliki dampak multi-level dalam jangka panjang. Pada tingkat akademis, hasil penelitian akan berkontribusi pada pengembangan corpus linguistik yang komprehensif untuk bahasa-bahasa lokal Sulawesi Tenggara, yang telah lama menjadi gap dalam literature linguistik Indonesia. Data dan insight yang dikumpulkan akan menjadi sumber berharga bagi peneliti-peneliti mendatang yang tertarik pada studies tentang language documentation, endangered languages, dan linguistic diversity.
Pada tingkat komunitas lokal, peluncuran platform digital diharapkan dapat memberikan tools yang praktis dan accessible untuk generasi muda dalam mempelajari bahasa daerah mereka. Dengan meningkatnya awareness dan usage bahasa lokal di kalangan generasi muda, diharapkan dapat terjadi peningkatan dalam tingkat transmisi bahasa dari generasi penutur asli kepada generasi muda, yang merupakan critical factor dalam survival jangka panjang dari suatu bahasa.
Pada tingkat instruksional, mahasiswa-mahasiswa yang terlibat dalam proyek penelitian ini mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan skills yang relevan dengan kebutuhan labor market kontemporer, seperti digital content creation, data analysis, user experience design, dan community engagement. Skills-skills ini akan meningkatkan employability mereka dalam berbagai sektor industri, mulai dari tech industry, creative industry, hingga non-profit sector.
“Kami percaya bahwa pendidikan yang baik bukan hanya transfer of knowledge, tetapi juga development of skills dan values yang memungkinkan lulusan kita untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Proyek penelitian ini adalah embodiment dari filosofi pendidikan holistik yang kami anut di Fakultas Sastra UNMUH Kendari,” tutur Dr. Andi Pratama dalam refleksi mendalam tentang filosofi pedagogis di balik proyek.
Roadmap dan Timeline Implementasi
Proyek penelitian ini dirancang dengan timeline yang jelas dan achievable. Fase pertama (Bulan 1-6) akan fokus pada recruitment dan training intensif bagi seluruh anggota tim, serta finalisasi design dari platform digital. Fase kedua (Bulan 7-12) akan melibatkan pelaksanaan fieldwork dan pengumpulan data linguistic yang komprehensif dari komunitas penutur di berbagai lokasi di Sulawesi Tenggara.
Fase ketiga (Bulan 13-18) akan mengalihkan fokus pada processing, analysis, dan encoding data linguistic yang telah dikumpulkan, serta development dan testing pertama dari platform digital. Fase final (Bulan 19-24) akan melibatkan soft launching platform dengan community feedback dari beberapa pilot sites, refinement berdasarkan feedback tersebut, dan persiapan untuk official launch platform ke public.
Selain timeline penelitian akademis, proyek juga memiliki dissemination plan yang komprehensif, termasuk publication di peer-reviewed journals, presentation di conference nasional dan internasional, workshop untuk educators, serta community outreach events di berbagai lokasi.
Penutup
Peluncuran proyek penelitian “Dokumentasi Digital Bahasa-Bahasa Lokal Sulawesi Tenggara: Strategi Preservasi dan Revitalisasi untuk Generasi Mendatang” oleh Fakultas Sastra UNMUH Kendari menandai komitmen serius dari institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan preservasi bahasa lokal di era digital. Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, dengan dukungan teknologi mutakhir dan engagement komunitas yang autentik, proyek ini menawarkan model inovatif untuk bagaimana universitas dapat berkontribusi pada sustainable development goals, khususnya dalam dimensi pelestarian budaya dan pemberdayaan komunitas lokal.
Dengan semangat yang tinggi dan strategi yang well-planned, tim peneliti UNMUH Kendari siap untuk meluncurkan penelitian groundbreaking